Terornya Kok Lanjut

1069 Kata

“Bye sis, gue duluan yak … bye, muah muah, uhuiii …” Moga saja salam perpisahan itu bukan terakhir buat mereka, dalam batin Maudy. Segera ia menuju parkiran motor yang terletak di samping kampus. Kegiatan kampus saat itu masih terlihat lengang di banding dengan hari biasanya. Mungkin karena sedang masa pandemic virus alay, jadi masih banyak yang pade takutan nular alaynya. Baru saja ia ingin menghidupkan motor peninggalan bokapnya, tiba tiba dari kejauhan ia melihat sosow cowok yang berada di kantin tadi. Ia masih saja tetep cool dengan coba kembali melempar senyuman khasnya. Ada rasa seneng saat ia mau melakukan hal tersebut. Biasanya jarang ada cowok yang berani seperti itu. Paling sering adalah modus ala boyband. Maudy coba tenang menanggapi cowok itu. Ia masih setia mengawasinya dar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN