Ari dan Rista tengah berbaring di atas ranjang, keduanya tengah menatap langit-langit kamar. Mereka hanya diam, sibuk dengan pikiran masing-masing. Memang benar kata orang, rumah terasa sangat sepi tanpa kehadiran celoteh yang keluar dari bibir seorang anak. Kini, itulah yang tengah dirasakan Rista dan Ari, meskipun tak memaksa tetapi mereka sangat mendamba. "Sayang." Suara serak Ari menyentak telinga Rista, karena memang ia sedang tak fokus. Pikirannya melayang. "Iya," jawabnya. "Kenapa diam saja?" Rista menoleh, menatap suaminya. Ia tersenyum seolah ia baik-baik saja. "Kamu juga sama, aku bingung mau bercerita apa." Rista mengubah posisinya menghadap Ari, ia lingkarkan tangannya kedada bidang Ari dengan malu-malu. Ia butuh pelukan. Ari tersenyum melihat tingkah Rista yang tersipu,

