TapiDira memasuki rumah setelah pulang bekerja, sudah lama tidak bekerja rasanya melelehkan juga. Ia membaringkan sejenak tubuhnya, pikirannya melayang kepada kejadian seharian ini. Benaknya bertanya-tanya siapa wanita yang dipanggil sayang oleh Ari, mantan kekasihnya itu. Ponsel berdering, Dira meraba-raba tempat terakhir ia meletakkan ponselnya. Nama Sita tertera di sana, Dira sesungguhnya malas untuk mengangkatnya. Namun mengingat Sita yang telah membantunya mendapatkan pekerjaan, Dira segera mengangkat panggilan telpon tersebut. "Bagaimana? Berhasil? Kamu bisa melaksanakan tugasmu dengan baik 'kan?" Dira menjauhkan ponselnya, Sita sudah memberondongnya banyak pertanyaan. "Lumayan." Jawab Dira singkat. "Pokoknya, semua harus sesuai rencana. Aku tidak mau gagal! Ingat perjanjian ki

