Liam pulang senja hari. Saat ini langit memiliki semburat merah, dengan warma jingga di beberapa sisi. Angin malam berembus lemah, terasa seperti belaian kupu-kupu di lengan Liam yang kokoh. Liam berjalan cepat memasuki ruang depan, menyugar rambutnya yang berantakan terkena angin. Langkah Liam terhenti saat ia menangkap sosok wanita yang duduk di kursi tunggal dengan anggun. Wanita itu mengenakan dress putih tulang tanpa lengan, ujung dressnya menyapu lantai kayu. Rambut panjangnya digerai, menambah kesan ayu yang sudah kuat darinya. Bulu kelopaknya yang lentik bergetar pelan, menyambut kehadiran Liam dengan pesona nakal yang unik. "Lilith," bisik Liam, menyebut nama wanita di depannya dengan hati-hati. Wanita itu berdiri, membelakangi cahaya keemasan yang masuk melalui jendela be

