Dua orang yang sudah saling menemani dan bersama selama tiga belas bulan, kini saling menatap, duduk berhadapan di ruang tengah. Yang satu menyesap kopi hitam yang masih mengepul, yang satu menyesap rokok dengan pandangan mata melayang. Yang satu menatap pemandangan halaman luar melalui jendela, yang satu bermain dengan jari-jarinya berulang kali. "Reza akan bebas?" Liam membuka percakapan. Lilith mengeratkan kerah kemejanya, merasa suhu udara di ruangan ini turun drastis. Ini malam musim panas. AC juga disetel normal. Lilith melirik AC di sisi jam dinding dengan pandangan curiga. "Ya." Lilith membenarkan. Kening Lilith berkerut lebih dalam lagi. Suhu udara semakin tak tertahankan. "Aku membayarmu untuk bersamaku selama dua tahun. Tetapi tampaknya tiga belas bulan sudah cukup.

