Dua hari kemudian, Opa mendapatkan banyak informasi buruk tentang proyek yang dibangun Pak Bowo. Ternyata, banyak material yang digunakan tidak sesuai dengan perjanjian kontrak. Misal harus menggunakan besi ukuran besar, hasil di lapangan menggunakan besi berukuran kecil. Misal pondasi harus sedalam berapa meter, tapi kenyataannya pondasi hanya dibuat setengah dari kedalaman yang sesungguhnya. Misal perbandingan semen dan pasir harus akurat, tapi kenyataannya banyak pasir yang digunakan dengan persentase semen yang sedikit. Banyak hal di dalam proyek yang diterapkan di bawah aturan standar. Pantas saja kerangka bangunan tidak kuat dan roboh. Karena materialnya sendiri material abal-abal. Semua kesalahan demi kesalahan ditemukan satu per satu. Bersamaan ditemukannya fakta buruk ini, P

