Mama

1494 Kata

Kamar Mama masih menjadi kamar favorit Lilith. Ada aroma ringan lavender yang melayang samar di udara, tidak terlalu kuat, tapi juga tidak terlalu lemah. Membuat saraf Lilith tenang, mengurangi ketegangan yang otaknya tanggung. Terlebih lagi saat Lilith mendengar kata "cucu" dari Opa. Rasanya otak Lilith tadi sempat berhenti untuk sesaat. Dia hanya bisa kabur dan sengaja tidak menanggapi permintaan Opa dengan jelas. Lilith menyapukan pandangannya ke seluruh ruangan. Sebuah dipan besar menjadi satu-satunya perabot yang dominan. Selain itu, hanya ada lemari sedang, dan cermin raksasa yang menyatu dengan dinding. Di balkon, terdapat kursi ayun dengan bantalan nyaman yang menghadap ke arah matahari terbit. "Ma?" Lilith menyapa wanita anggun yang masih menawan di usia tuanya, duduk di sisi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN