Kesempatan

1044 Kata

Deril memutuskan untuk menemui wanita itu lagi. Menanyakan siapa saja teman masa kecilnya. Wanita itu menjelaskan satu persatu teman yang dia ingat. “Seingatku ada 3 orang anak laki – laki yang pernah main denganku. Yang pertama namanya Pram, dia tinggal di rumah yang itu.” Wanita itu menunjuk ke rumah yang berada tepat disamping kanan rumahnya. Alias rumah paling pojok timur. “Dia biasanya suka bersepeda, bersamaku dan yang lainnya. Anaknya putih, rambutnya coklat, wajar sih blasteran.” “Ada ciri khusus gak?” “Pram?” ucapnya sambil berpikir. “Dia tinggi, tidak terlalu kurus, tapi dia paling kurus diantara kami semua. Oh iya, ada t**i lalat pucuk hidungnya yang mancung.” “Lalu siapa lagi?” “Yang kedua namanya Sebastian, aku memanggilnya Tian. Dia lebih pendek dariku dulu. Entah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN