Deril mengajak Meila masuk ke rumahnya. Disana sudah ada Pak Barconi dan istrinya. Mereka datang saat Bu Barconi sedang memasak. “Wangi banget Bu, masak apa?” Tanya Meila sambil berjalan ke arahnya. “Masak tumis bakso jamur. Kamu mau?” Jawabnya ramah. “Mauuuu.” Mereka berempat duduk di meja makan. Saling bercanda dan menyantap hidangan. “Nama kamu siapa?” Tanya Bu Barconi. “Meila.” Jawabnya singkat. Karena dia masih ingin menyuap bakso jamurnya. “Rumahmu dimana?” “Di rumah walikota.” “Kok kamu bisa tinggal disana?” “Aku anaknya Bu.” Jawabnya sambil nyengir. Sementara Deril hanya menggeleng – gelengkan kepala. Bingung mau berkata apa. “Oh, kamu anaknya walikota? Wah sudah besar ya, adikmu apa kabar?” “Adik? Aku anak tunggal Bu.” Jawabnya cuek. “Oooh, saya kira kamu

