Dexa terdiam. Ia merasakan seperti ada sengatan listrik mengalir hingga membuat jantungnya berdegup cepat. Ia tak menatap Nezi tapi entah mengapa ia merasa bahwa apa yang dikatakan Nezi memang benar dari lubuk hati. Levo menepuk bahu Dexa hingga membuat sosok itu tersadar. Dexa pun menatapnya. "Kenapa kau hanya diam?" "Aku takut salah bicara lagi. Aku takut jika Nezi jatuh cinta padaku." Sontak Sena terbahak. Dan hal itu berhasil membuat Nezi memukul kepala Dexa. "Jangan berpikiran yang macam-macam. Aku masih normal." Dexa meringis sambil mengelus kepalanya. "Baguslah." Mea terkekeh. "Dex, tapi kau terkadang memang cocok menjadi penasehat. Kenapa kau memilih menjadi gelandangan yang menyusahkan?" Dexa mendelik. "Jaman sekarang, jika tidak ada uang dan goodlooking akan dihina dan dia

