Kilas Balik

1248 Kata

Di tengah gelapnya malam, seorang remaja berlari keluar dari nyamannya rumah, tanpa rasa takut sedikit pun. Ia berlari kencang, berharap terjatuh dan ia akan segera sadar dari mimpi buruk ini. Berkali-kali remaja laki-laki itu terjatuh, tapi mimpi buruknya tak kunjung usai. Lutut dan tangannya semua sudah berhiaskan darah, goresan aspal. Remaja itu menangis sejadi-jadinya, bukan lantaran tubuhnya terluka, tapi lantaran dirinya terlupa. Ia menangis sejadi-jadinya berharap tangisnya akan mengusir awan gelap berganti awan terang seperti biasanya. Tapi semua itu hanya mitos! Ia harus terus berlari dari kenyataan. Kenyataan pahit yang sangat melukai dirinya. “Kenapa semua ini terjadi, ya Allah?!!” teriaknya. “Kenapa harus aku! Kenapa!” “Aku tidak ingin hidup dengan noda seperti ini! Aku t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN