Auryn sudah pulang dari rumah sakit. Auryn terdiam di balkon. Ia berdiri dan memegang pembatas balkon. Pandangannya kosong kedepan. Ia terus terusan mengelus perut datarnya yang tidak ada tendangan lagi. Dadanya sakit. Hatinya sesak. Buah hati yang ia dambakan pergi begitu saja meninggalkan dirinya. Taufan?. Memikirkan taufan saja ia sangat malas. Biar bagaimana pun ia masih sangat mencintai taufan. Ia hanya kecewa dengan taufan. Auryn menundukkan kepalanya. Ia menangis sejadi jadinya. Galaksi langsung mendekap auryn di pelukannya. Ia mengerti kesedihan adiknya ini. Auryn tidak bisa membendung kesedihannya. Taufan merasa ditikam ribuan tombak. Ia melihat auryn menangis di balkon. Taufan bersandar di mobilnya memandangi auryn dari pagar rumah. Galaksi mengelus punggung auryn aga

