IM 43

1104 Kata

Auryn terduduk di bangku taman sekolah dengan isakan tangisnya. Ia benar benar kecewa dengan taufan. Sudah 2 kali taufan mengkhianati dirinya. Padahal ia menerima taufan sebagai suaminya dengan lapang d**a. Apa seperti ini penderitaannya tak kan pernah berakhir. Auryn menghapus kasar air mata sialan yang terus menerus keluar. Dadanya sakit, kecewa, kesal, marah, frustasi, capek campur aduk sudah. Tidak bisa di definisikan sekarang. "Hiks bodoh kalo gue nangisin dia hiks" Auryn menghapus kasar air matanya. "Oh jadi selama ini lo bodoh" Ucapan seseorang membuat auryn menoleh. Gading langsung duduk di samping auryn. Dia terkejut ternyata auryn menangis. "Lo nangis?" "Engga. Gue lagi b***k" Ketus auryn. Gading langsung menghapus air mata auryn menggunakan ibu jarinya. Auryn me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN