IM 50

1069 Kata

Pagi pagi setelah melaksanakan sholat subuh auryn langsung ke dapur membantu beberapa maid mengerjakan pekerjaan rumah. Sudah berapa kali taufan melarang namun auryn memaksa. Auryn sudah pernah bilang bahwa dirinya tidak menginginkan pembantu. Tapi, apa boleh buat kemaren kemaren kan auryn tidak bisa berbicara kepada taufan hanya mengiyakan semua omongan taufan. Auryn sedang menyapu di ruangan utama. Dara yang sedang menuruni anak tangga pun menghampiri auryn dan bersandar di sofa. "Bersihinnya yang rapi. Ngga usah ada debu sedikitpun. Dasar pembantu!" Ucap dara tajam. Auryn yang sedang menyapu menghela napasnya panjang. Ia berbalik badan dan melihat dara yang tersenyum mengejek ke arahnya. "Lo belum pernah lihat ni sapu nikam perut lo!" Auryn menatap dara tajam sambil mengangkat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN