Siap siap yes... Sinar mentari masuk diantara celah gorden yang tersibak, silau cahayanya membuatku menggeliat dan mulai mengerjapkan mata. Masih di ruangan asing kemudian tersadar bahwa kini berada di kamar apartemen Pak Satya. Senyumku tersungging ketika mengingat betapa perhatiannya dia sejak melihatku sakit. Mungkin aku terlalu membawa perasaan atau semua ini hanya sebatas rasa kasihan yang diberikan oleh dosenku itu. Seharusnya kemarin ia bisa saja membangunkanku ketika sudah sampai dikosan dan tidak perlu repot membawaku ke apartemennya. Haduh, aku pusing mengartikan bentuk perhatian Pak Satya kepadaku. Melirik jam digital yang terletak di side table menunjukkan pukul tujuh. Rasanya badanku sudah terlalu lama di atas tempat tidur. Memegang keningku yang sudah kembali pada suhu

