Jatah liburan masih dua hari dan terpaksa segera kembali menuju Kota perantauan. Selepas Ayah menunaikan sholat jumat beliau mengantarku menuju terminal Arjosari untuk kembali ke Surabaya. Sampai di terminal Bungurasih ketika menjelang petang karena terjebak macet ketika menuju tol Pandaan. Entah mengapa Malang kini identik dengan kemacetan. Sabtu malam masih mengamen di kafe Jingga dan pagi begini sudah berdandan rapi walaupun memgenakan pakaian santai. Yups, enjuring time sebelum drama Ayah mengantarkanku ke terminal untuk kembali ke Surabaya ponselku berkedip menandakan ada pesan via w******p masuk. From : +6285655676xxx Wilda, saya mau titip beberapa jajanan di Toko Ayah kamu bisa? Rakasatya W. Me : bisa Pak √√ Pak Dosen Galak : Nanti saya kirim beberapa pesanan Me : segera y

