Part 33

1518 Kata

Stella sudah duduk di bangku. Ia menunggu Stevan yang belum juga menampakkan diri. Hingga lonceng berbunyi, Stevan masih belum menampakkan dirinya. Stella begitu khawatir, ia berpikir akan berkunjung saja ke apartemen Stevan setelah jam sekolah berakhir. "Kenapa perasaanku ga enak ya? Badan aku juga kayaknya lagi ga enak." gumam Stella Ia tetap melanjutkan kegiatan disekolah, hingga jam istirahat tiba. Stella mengeluarkan kotak bekal seperti biasa. "Hi, lo Stella kan?" tanya seorang gadis. "Hi, juga. Iya, aku Stella. Kamu?" "Gue Wendi. Lo sendirian? Kemana kembaran lo?" Stella mengerutkan keningnya, ia sedikit bingung dengan ucapan Wendi. "Ehm, Stevan?" Stella mencoba menerka. "Iya, Stevan bukannya saudara lo ya?" "Bukan! Aku juga baru kenal Stevan disini." "Hah? Oh, maa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN