Berjalan pelan dan perlahan aku mulai memasuki Jojo Supermall bersama karibku Bobi. Jam pada saat ini ialah 16.00 Wrd.
"Wrd, Waktu Republik Damba."
Hari ini adalah malam Minggu. Bobi mengatakan sebelumnya, bahwa malam ini kita ada acara di Dambanya Kafe.
Risa beberapa hari ini telah mengirimiku pesan singkat yang cukup intens. Dia memperbincangkan tentang acara tahun baru, dan juga ingin mengenalkanku pada seorang perempuan.
"Siapa lagi wanita yang akan dikenalkan kepadaku nantinya?."
RİSA EMERTA
Hmm... Bagaimana ya?. Aku sedang sibuk pada saat ini, karena ku lagi banyak-banyaknya tugas kuliah. Aku ingin menjauh sebentar darinya Kak Jem, tapi aku merasa segan.
Apa aku kenalkan dulu ia pada temanku saja ya?.
Akan aku pikirkan terlebih dahulu. Tapi aku juga tidak ingin, kalau-kalau dianya berjauhan denganku. Lalu bagaimana ya?.
Aku nyaman sama Kak Jem, tapi aku punya seseorang yang kusukai. Aku bingung pada saat ini, apalagi kami berdua sudah cukup dekat dan saling kenal.
Mereka-mereka bilang, kami berdua pacaran. Tapi aku lebih banyak diam saja. Hal itulah yang membuatku sedikit berat. Tentu aku tidak ingin meninggalkannya.
Sepertinya akan aku kenalkan ia pada Kenia saja, semoga mereka bisa berteman lebih dahulu, Risa berkata dalam benaknya pada beberapa hari yang lalu.
JEMİ KİMER
Aku senang walau hanya baru dikabarkan olehnya Risa, dan tentunya berdebar-debar jantungku. Aku punya perasaan kepadanya.
"Risa dan aku sudah dekat, dan saling mengenal."
Aku dan Bobi masuk ke dalam Jojo Supermall dan melihat-lihat. Orang-orang pada sore hari yang menjelang malam ini, sungguhlah ramai, mungkin karena libur pada akhir pekan, lalu tiba-tiba Bobi berkata.
“Bang Jem... waduh gimana nih?. Aku lupa bawa dompet dan ketinggalan tadinya, nanti kita tak bisa belanja loh Bang,! boleh aku pinjam motormu sebentar,!?” Tanyanya Bobi.
“Loh kok bisa lupa, ya... oke silahkan, tapi jangan lama-lama ya Bob,! soalnya aku sendiri disini,” Seruanku padanya.
BOBİ JOSENVA
Waduh... aku baru ingat, dompetku ketinggalan. Padahal tadi aku pikir sudah siap. Wah Kalau begini, tentu sore ini jalan kami menjadi sedikit terhambat.
Tapi tidak mengapalah, aku pulang sebentar kerumah, dan nanti kembali lagi ke Supermallnya. Aku tadinya ingin belanja-belanja, tentu kebutuhan perkuliahan.
Namun karena aku ketinggalan dompet, dan tentunya tidak bisa. Aku pulang sebentar dan cepat-cepat kesini lagi nantinya, Bobi berkata dalam benaknya.
JEMİ KİMER
Aku berboncengan berdua dengannya tadi, dan aku juga ingin belanja, namun Bobi ketinggalan dompetnya, jadinya ia kembali sebentar dengan menggunakan motorku. Aku berjalan-jalan dan melihat lebih detail, apa saja yang ada di dalam Jojo Supermall.
Begitu banyak barang-barang mewah dan dapat membuatku terlena. Beberapa menit setelahnya Bobi pulang. Kemudian aku bertemu dengan seorang wanita yang tampak anggun, dan samar-samar kulihat.
"Siapakah dia ya,? kok aku seperti mengenalnya?."
Dari kejauhan wanita itu memandangku dengan tatapan yang tajam, sorot matanya seperti mengenali dan mengikuti.
“Hai... Sore Jem, tumben ya kita bertemu disini,! sama siapa kamu kemarinya,?” Tanyanya Sofi padaku dan tersenyum ramah.
"Oh rupanya dia Sofi Sofiya."
“Hai Sore juga Sof, Iya nih tadi aku sama Bobi, tapi dia pulang sebentar,” Dan “Kamu ngapain disininya Sof,?” Tanyaku dan tersenyum juga padanya.
“Oh Bobi ya Jem... Aku kenal tuh sama dia. Hmm...disini ga ada kok, aku lagi jalan-jalan malming aja nih, kan, besok libur,!” katanya Sofi dan senyumnya melebar.
Kami berdua duduk sebentar dan mengobrol di kursi umum Supermall, tanpa terasa waktu berlalu begitu saja. Kiranya saat ini telah memasuki waktu Mahgrib, dan akan beranjak ke malam hari.
Aku beribadah sebentar di Musholla Supermall, dan ku katakan kepadanya Sofi. Dia sedang duduk di kursi Supermall, dan bermain handphonenya. Setelahnya aku menyapanya lagi.
“Wah Sof... masih disini kamu ya,! aku kira tadi sudah pergi kemana gitu, hehe,” Kataku bercanda kepadanya, karena dia lucu dan imut.
“Iya nih... Aku nungguin kamu loh,! lalu kamu mau kemana Jem Malam nantinya,?” Tanyanya Sofi, kemudian matanya melirik-lirik area sekitaran.
“Sepertinya aku mau berjalan keluar ke Halaman Supermall Sof, soalnya sudah hampir beberapa jam lebih Bobinya belum datang juga,!” Kataku yang panik karena ia membawa motorku, namun sampai saat ini belum juga kembali.
“Loh Kenapa Jem,? memangnya kemana dan kenapa dianya,?” tanyanya Sofi dan menatapku heran.
“Begini nih Sof..., Bobinya bawa motorku, katanya tadi pulang sebentar, namun sudah beberapa jam, ia belum juga kembali, gitu,” Aku menjelaskan kepadanya.
"Oh begitu, iya deh hehe...," katanya Sofi.
Pada saat sekarang ini sudah memasuki jam 18.30 Wrd, dan hari telah mulai beranjak malam.
SOFİ SOFİYA
Hmm... aku tau kalau Jemi Kimer ada disini. Makanya aku ikuti dia, soalnya yang lain pada bilang, kalau dia suka sama aku.
Akan tetapi, pada saat ini ku sedang punya pacar. Risa juga pernah bercerita kepadaku pada beberapa hari yang lalu, kalau dia lihat-lihat, sepertinya Jemi suka kepadaku.
"Kenapa ya Risa bercerita kepadaku tentangnya Jemi,? Loh padahal mereka berdua kan, dekat, aneh ya?.
Aku dapat kabar darinya Bobi, ia bilang kalau Jemi Kimer ada di Jojo Supermall pada sore ini, jadinya aku berangkat kesini sendiri. Aku ingin tahu juga seperti apa perasaannya padaku?.
Aku sudah cukup mengerti, pada beberapa hari yang lalu, Jemi pun sering mengirimiku pesan singkat SMS. Aku tahu kalau ia suka padaku, intuisiku berkata seperti itu.
Namun aku cukup segan padanya, karena telah beberapa kali aku bertemu dengannya, dan itu pas saat aku sedang bersama pacarku. Tentu aku merasa bingung dan bimbang, Sofi berkata dalam benaknya.
JEMİ KİMER
Pada saat ini Supermallnya menjadi semakin ramai, tidak ada yang aku kenal selain mereka kawan-kawanku tadinya. Aku katakan kepadanya Sofi, bahwa aku mau menunggu Bobi di halaman luar Supermall, karena nanti malamnya kami ada acara di Dambanya Kafe.
Aku cukup bingung dan seperti terabaikan, lalu ku mengirimkan pesan singkat SMS lagi kepadanya Bobi.
"KOMUNİKASİ JADUL, HANYA TELEPON DAN SMS PADA TAHUN 2010."
“Bob...hey sedang apa dimana,? mengapa kok kamu belum juga kesini,! ada apa ya,?” Tanyaku padanya dengan nada yang cukup tinggi karena terabaikan.
SETELAHNYA.....
“Oke-oke Bang... sebentar ya,! ini lagi di jalanan, tadi ban motornya pecah, jadinya di tampal dulu,” Dia menjelaskan kepadaku. Aku percaya padanya karena ia adalah teman baikku.
Aku cukup senang karena bertemu dengannya Sofi disini. Setelah mengobrol dan mendengarnya, sepertinya ia masih ingin berjalan-jalan mengitari seisi ruangan mall. Aku sangat nyaman dengannya dan hanya itu yang bisa ku katakan.
Aku melihatnya begitu senang sambil memperhatikan apapun yang ada di dalam Supermall. Aku tahu bahwa Sofi sudah mempunyai pacar, karena sudah beberapa kali aku melihatnya berjalan dengan pacarnya.
Walaupun aku suka kepadanya, tapi ku tetap biasa saja, sehingga hubungan pertemanan ini bisa tetap langgeng.
“Aku beranjak keluar dulu ya Sof...,! dan sampai jumpa lagi nanti ya,!” Kataku dan tersenyum padanya.
“Oke-oke Jem, kabar-kabarin ya kalau ada acara nanti, terutamanya di Tahun Baru ini,!” Kata dia.
“Ya oke Sof,! tapi sepertinya belum ada nih, nanti aku kabarkan kalau ada ya,!” Kataku padanya.
Aku berjalan pelan menuju ke luar halaman utama Supermall. Aku duduk dan mengirimkan pesan kepadanya Bobi untuk segera kesini. Kemudian aku sedikit termenung tentangnya Sofi.
"Mengapa ia ada disini.?" Aku bertanya-tanya dalam benakku.