Setelah selesai rapat dengan para pemegang saham. Reynand pun segera masuk ke dalam ruangannya. Ia meminta Kanaya untuk masuk ke dalam ruangannya. Tak lama, Kanaya datang dengan secangkir kopi kesukaan Reynand. Dengan senyum manisnya yang selalu membuat mood Reynand Kembali membaik. Wajah tampan Reynand yang terlihat seperti sedang marah. Membuat Kanaya bertanya-tanya, apa yang terjadi di ruang rapat tadi. Pasalnya, tadi adalah rapat tertulis yang hanya dihadiri oleh para petinggi perusahaan dan pemegang saham. Termasuk orang tua Reynand juga hadir tadi. “Ini kopinya sayang. Ada apa sih? Kamu kelihatan kusut begitu?” tanya Kanaya yang masih berdiri di depan meja kerja Reynand. Reynand menggeleng dan meminta agar Kanaya mendekatinya dengan tangannya. Kanaya pun berjalan lebih dekat de

