61. MENGHILANG

1088 Kata

INI ADALAH LANJUTAN DARI BAB 1. PERGI. Kanaya menghela napasnya berat. Sesak di dadanya masih terus saja terasa hingga saat ini. Bahkan matanya pun tak berhenti meneteskan air matanya sejak ia masuk ke kamar hingga saat ini jam menunjukkan pukul dua belas malam. Hujan rintik-rintik pun mulai berjatuhan di atas genteng. Seakan ingin menemani malam Kanaya untuk yang pertama kalinya tanpa Reynand disisinya. Lelah karena menangis seharian. Kanaya memutuskan untuk tidur. Sebab besok ia akan memulai lagi hidupnya. Merubah segalanya kembali dari awal lagi. Menata masa depannya kembali tanpa adanya Reynand di dalamnya. Kanaya merebahkan tubuhnya di ranjang dan menatap langit-langit kamarnya yang hanya ada lampu diatasnya. Perlahan ia tersenyum tipis saat bayangan wajah Reynand yang tengah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN