“Makannya pelan-pelan aja Rey! Sampai kesedak begitu!” omel mamanya. Seraya menggelengkan kepalanya pelan melihat Reynand. ‘Andai aja Kanaya bisa mendengar langsung pujian dari Mama tadi. Pasti ia akan sangat senang sekali bisa membuat makanan yang dipuji oleh ibu mertuanya yang cerewet ini.’ Benak Reynand seraya tersenyum samar. Reynand pun melanjutkan makan malamnya yang kedua. Karena ia juga baru saja selesai makan malam bersama Kanaya tadi. Maka dari itu, ia hanya mengambil sedikit saja. Dan hanya apa yang tadi dibuat oleh istrinya itu. Bukan makanan yang dipesannya dari restoran tadi. Setelah selesai makan malam. Papa dan mamanya pun duduk di ruang tengah bersama Reynand. Papanya dan Reynand mengobrol tentang bisnis. Sedangkan Mamanya hanya menonton film diruangan itu. Tidak m

