“Nasib-nasib!” gumam Reynand lirih. “Kamu ngomong apa sih? Kayak orang kumur-kumur tau nggak!” cibir Kanaya kesal. “Nggak kok. Nggak ngomong apa-apa.” Balasnya. Sambil membuka pintu kamar mereka, kemudian melangkah masuk. Lalu menurunkan tubuh Kanaya di atas ranjang. Sementara ia segera berjalan menuju ke kamar mandi. Sebelum masuk ke dalam kamar mandi. Reynand menoleh melihat Kanaya yang asyik dengan ponselnya. Entah apa yang sedang di lakukan oleh istrinya yang saat ini nampak tersenyum sendiri. Lalu beralih menatap adiknya yang masih mengeras dibawah sana. Hanya helaan napasnya yang berat saja. Mengiringi langkah kaki gontainya masuk kedalam kamar mandi. Terpaksa bermain solo untuk bisa menidurkan junior miliknya. Seakan belum selesai penderitaannya. Setelah mandi, saat kelu

