Dito hanya bisa tersenyum tipis dan mengangguk mengerti. Ia ingin membiarkan Keysa untuk sementara. Biarkan wanita itu dengan rasa sedihnya dan kecewanya malam ini. Karena besok, Dito tak ingin lagi melihat wajah cantik itu terus menerus bersedih. Terlebih lagi menangisi pria yang hanya memberinya luka. Sejak dulu hingga saat ini. Dan Dito membenci hal itu. Juga fakta bahwa hingga saat ini hati Keysa masih tetap ada nama Reynand didalamnya. “Jangan lupa hubungi Axell. Dia sangat merindukanmu. Habiskan makananmu dan segera istirahat yah! Selamat malam, Keysa!” Dito pun pergi meninggalkan Keysa. Dan kembali ke rumahnya sendiri. Malam ini rupanya tak seindah biasanya. Karena malam ini kota Tokyo tengah di Landa hujan. Seolah mengerti akan suasana hati dua orang manusia yang kini teng

