Semuanya demi Axell

1297 Kata

Isakannya rupanya di dengar oleh Axell. Membuat bocah kecil itu turun dari ranjang dan memeluk kaki Kesya. Membuat wanita tersebut terperanjat kaget. Lalu tersenyum lembut ke arah Axell yang saat ini sedang menatapnya dengan mata sendunya yang terlihat masih mengantuk. “Ayo, bobo lagi! Axell masih ngantuk kan?” tanya Keysa lembut sambil mengusap puncak kepala anaknya. “Mama habis nangis yah? Kok hidungnya merah?” tanya Axell polos. Bocah kecil ini memang sangat memperhatikan apa yang ada pada mamanya. Meskipun ia masih kecil. Namun terkadang ucapannya melebihi orang dewasa. Tingkahnya yang lucu dan menggemaskan inilah alasan Keysa mau berkorban. “Enggak, sayang. Mama hanya kena debu aja kok. Ayo, bobo lagi! Besok sekolah kan? Jangan sampai bangun kesiangan yah! Sini mama peluk.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN