Di usapnya perutnya yang membesar. ‘Sayang, kamu juga sangat merindukan ayahmu, yah? Sama. Bunda juga. Tapi mungkin kita tidak akan lagi bertemu dengannya.’ Bisiknya dalam hati. Lantas ia menoleh ke sisi kanannya dan hanya sebuah mobil terparkir disana. Namun, entah mengapa. Ia ingin sekali melihat ke balik mobil tersebut. Seolah hatinya menyuruhnya kesana. Untuk memastikan bahwa pendengarannya tidak bermasalah. Tapi sayang sekali. Dito lebih dulu mengajaknya untuk bergegas pulang. Karena papa dan mamanya telah menunggu dirinya pulang kerumah. Lalu masuk kedalam mobil dan membawanya pergi dari pasar tersebut. Bertepatan dengan keluarnya seseorang dari dalam toko aneka jajanan oleh-oleh. Hingga mereka berdua tak bisa bertemu. Takdir memang selucu itu. Padahal kesempatan itu ada. Ji

