Xenan berada dalam mobil dengan Zara yang kini juga duduk di samping kirinya. Beberapa kali ia melirik ke arah gadisnya yang tengah sibuk mencari lagu pas di mp3 miliknya. "Zara—" "Ya?" Tanya Zara tanpa mengalihkan tatapannya dari mp3 miliknya. Sebenarnya, Zara tengah gugup karena ia merasa Xenan terus menatap nya sedari tadi. Sebuah tangan terulur pada dagunya membuat ia mau tak mau menatap ke arah dimana lelaki tampan itu berada. "Tatap aku Zara. Apakah kamu keberatan untuk pergi bersamaku hari ini?" "Tidak, aku tidak keberatan." "Syukurlah, kalau begitu, pakai dulu sabuk pengamannya." Zara menepuk kepalanya merasa bodoh. Ia terlalu sering menggunakan motor hingga melupakan safety belt. Masih untung ia tak membawa helm karena merasa akan membawa motor saat menaiki mobil Xenan.

