"Jadi– apa maksud ucapanmu tadi Gio?" Tanya Zara langsung pada intinya membuat Xenan sedikit mematung mencari kata-kata yang tepat untuk menjawabnya. Ia pun menatap Zara dengan cengiran tanpa dosa membuat Zara memutar bola matanya tak paham akan tingkah Gio yang seenaknya ini. "Em– emm, tapi aku kan memang serius padamu, Zar." "Huffttt... ya tapi gak gitu juga Gio—" "Ayolah— aku yakin tidak akan ada lagi yang seenaknya padamu suatu saat nanti jika kamu mengunjungiku." "Buat apa aku mengunjungimu?" Tanya Zara dengan nada sarkastik membuat Xenan membulatkan matanya tak percaya, Xenan dengan wajah yang pastinya tak pantas untuk di perlihatkan seorang Billionare muda dingin dan tak berperasaan itu. "Okey okey, terserahmu saja." "Zara—" Xenan mendekat kemudian berlutut di hadapan Zara. Ia

