Hari ini, Zara dan Teo memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Jasson pun mengantarkan kepergian mereka berdua dan berjanji untuk tetap saling berkomunikasi. Bisa di pastikan jika mereka akan sampai tengah malam nanti. Tapi tak apa, yang penting mereka pulang. Zara rindu rumahnya, rindu keluarganya dan— rindu Arkan. Ia tertidur sangat lelap dengan Teo yang berada di sampingnya. Tangan lelaki itu mengelus kepala Zara dengan lembut. "Cepet banget tidurnya, dasar kebo!" "Gue denger–" "Ck, dasar telinga gajah." "Sialan lo!" Setelah mengumpat, Zara kembali melanjutkan tidurnya membuat Teo semakin geleng kepala. "Misi kita sukses Zar. Dan kita selamat." "Hmm..." jawab Zara masih dengan mata terpejam. "Tidur aja Zar." "Lo ngajak gue ngomong." "Tapi mata lo merem tuh!" "Tapi telinga

