Hari itu, semua berjalan terasa begitu lambat. Banyaknya soal dan sistem eliminasi membuat mereka semua para peserta harus benar-benar mengerjakannya dengan maksimal untuk bisa lolos sampai ke babak semi final. Lain halnya dengan Arkan yang kini tengah terduduk seraya memainkan pensilnya dengan santai. Ia telah selesai. Dari sekian banyaknya soal. Ia mampu mengerjakan itu semua dalam waktu kurang dari tiga puluh menit. Sisa waktunya ia gunakan untuk memainkan pensil atau penghapus yang ia bawa. Guru pengawas pun datang menghampiri meja Arkan. Dengan wajah datarnya, ia berbicara pada Arkan. "Kenapa diam? Bukannya kerjain soal malah main-main. Sekolah dimana kamu?" Arkan tak menjawab. Hingga ia merasa seragam pada lengannya di tarik sedikit kasar untuk memperlihatkan bet (tanda sekolah)

