Sesampainya di mansion, Arkan segera masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuh lelah nya karena rasa kantuk yang menyerang. Namun sebelum matanya tertutup dengan sempurna, ketukan pintu membuat ia dengan terpaksa membuka mata satu nya lagi. Zara masuk dan melihat Arkan tertidur dengan asal. Ia mendekat ke arah Arkan yang kini berusaha memejamkan matanya kembali. "Mandi dulu gih, baru, setelah itu tidur." "Males banget—" "Nanti tidurnya gak nyaman. Cepet mandi dulu sana." "Ayo Arkan...." Zara mencoba membantu Arkan untuk bangkit dari tidurnya. Jelas hal itu membuat remaja tampan yang pasti seorang adiknya itu menghela nafas kasar. "Iya– iya." Dengan terpaksa, Arkan pun bangkit kemudian memasuki kamar mandi yang terdapat di dalam kamarnya. Zara menatap sekitar kamar Arkan, perlahan

