-LP70-

1323 Kata

"Nan—" "Xenan—" "Xenan— bangun sayang." Ia tersentak dan langsung terbangun dari tidurnya. Keringat membasahi tubuhnya. "Astaga— itu mimpi. Mimpi yang mengerikan—" "Kamu kenapa nak?" "Mom?" Raut wajah nya penuh kekhawatiran, ia pun dengan cepat memeluk tubuh sang ibu dan menangis di dalam dekapannya. "Kenapa sayang? cerita sama mommy." "Mom— Zara— Zara dan Arkan tertembak." "Apa? Hahaha ada ada aja kamu, liat sekarang jam berapa, bukannya kamu ada janji sama mereka berdua?" "Janji?" Sekelebat, mimpi itu kembali mengusiknya membuat Xenan menutup kedua matanya ketakutan. "Kenapa saya pegang tangan calon kakak ipar saya? karena saya mau dia berjanji— berjanjilah untuk selalu membahagiakan kakak saya, mencintai dan menyayanginya sepenuh hati." "Ini janji antara saya dan juga an

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN