12. Dari Makanan Pindah Ke Hati

1186 Kata

Galih mempersilahkan Emran naik tangga duluan, Gendhis hanya diam saja. Dia pun ogah berjalan di depan Emran yang dari tadi ternyata menguping pembicaraannya dengan Galih. "Saya duluan yah, Gendhis." "Iya, pak." Galih masuk duluan ke ruangannya. Emran yang berjalan duluan, mengambil kunci ruangan di saku celananya. Gendhis membuka handle pintu tapi ruangannya terkunci. Gendhis sampai lupa, kan kemarin Sri yang mengunci pintunya. Kalau kemarin-kemarin Gendhis bisa langsung masuk karena Sri lupa menguncinya. Mata Gendhis dan Emran saling bertemu pandang, Gendhis memberikan senyum manis pada Emran namun sayangnya Emran hanya membalasnya dengan tersenyum sinis. Emran mengabaikan Gendhis langsung masuk ke ruangannya begitu saja. Senyum manis Gendhis langsung berubah menjadi senyuman kecu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN