29. Emran Menelpon Gendhis

1176 Kata

"Ya kalau gitu kamu ngomong sendiri sama pak Galih karena pak Galih yang nembak aku." "Kamu yang harus mutusin pak Galih, Dhis. Kamu pilih mutusin pak Galih terus tetap temanan sama aku atau kamu tetap tidak mau putusin pak Galih lalu kita tidak usah temanan lagi? Kamu pilih yang mana, Dhis?" "Kamu ngancam aku, Pril?" Sungguh permintaan di luar nurul bagi Gendhis. "Aku tidak ngancam tapi ngasih tahu kamu agar kamu sadar diri sama posisimu." Gendhis yang pada dasarnya cuek dan tidak takut sama intimidasi April jadi menanggapinya biasa saja. "Serah kamu sajalah." malas ngeladeninnya juga, pasti kagak bakalan selesai dah. Daripada Gendhis menanggapi April lagi, jadi lebih memilih keluar dari toilet. "Gendhis tunggu !!!" April memanggil Gendhis dengan kesal. Gendhis sudah membuka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN