"Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kamu mengerti?" (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 44) "Gak usah, kamu sekarang harus hafalan. Biasanya juga kan susah." Zahra tidak melanjutkan ucapannya, seperti sifatnya sekali mendapat manusia pengkhianat bibirnya spontan gatal selalu ingin menjelekkan. Sekarang Hilma yang ingin Zahra maki habis, tetapi ia berhasil menahannya. "Aku bisa sendiri," lanjut Zahra, lalu ia pergi keluar. Hilma tidak sedikit pun curiga bahwa Zahra mendengar percakapan di dapur tadi. Ia hanya menyimpulkan Zahra memang tidak baik-baik saja, sedangkan Intan dan Rahma? Keduanya mempertanyakan Zahra yang tidak biasa segalau itu hanya karena sakit. Ada apa sebenarnya? Lihatlah,

