Di saat semua orang sedang sibuk menyiapkan arena pertandingan kedua di kerajaan Kangxi, saat itu pula hal yang tidak terduga terjadi pada mobil pengangkut korban-korban penculikan yang sudah berada jauh di luar wilayah kerajaan. Semua wanita yang masih pingsan di dalam bak kendaraan mirip kontainer tersebut, diangkat satu persatu dan ditaruh ke kamar kamar kosong berukuran satu setengah kali 2 meter. Jia Li sengaja membuat dirinya tetap terus seperti orang pingsan, padahal dia sadar sepenuhnya bahkan ketika ada waktu yang pas untuk mengintip maka kelopak matanya terbuka meskipun hanya beberapa sentimeter saja. Jia Li mengumpat keras pada mereka yang menculik dan memboyong semua wanita ke ruangan, tapi hanya berani dalam hati. Jia Li hafal sekali gedung yang dijadikan tempat berlabuhny

