Extrapart Satu Saat baju pengantin berbahan lembut itu jatuh ke kaki Elliya, Genta mendengar pekik halus lalu tubuh tanpa cela itu menubruknya, memeluk tubuh Genta dengan erat. Genta tertawa pelan, lalu mengusap punggung halus itu berulang, Genta merasakan detak jantung istrinya yang lebih cepat juga napasnya yang semakin cepat. Dengan satu gerakan pengait bra itu telah lepas dan Genta menariknya hingga benar-benar lepas. Elliya tengadah menatap wajah Genta, wajahnya memelas, antara takut dan entah apa lagi. "Harus sekarang? Ini masih belum malam." Genta terkekeh, menaikkan dagu Elliya lagi lalu meraup bibir terbuka itu, tangan besarnya mengusap d**a istrinya, dan memainkan ujung d**a yang mulai mengeras itu, hingga ia merasakan badan istrinya yang gemetar. Genta maklum, di usianya ya

