Cinta atau Obsesi Arjuna duduk dengan gelisah. Ia sedang menunggu Papah mertuanya bicara. Tatapan mata Vino begitu tajam menusuk membuat Arjuna seperti seorang narapidana dengan kesalahan besar. "Ada apa Pah? Kok tiba-tiba Papah manggil Arjuna." "Papah butuh bicara sama kamu. Papah perlu membahas sesuatu yang penting." "Tentang apa itu Pah?" "Kamu dan Viona." "Memangnya kami kenapa Pah? Juna sama Viona baik-baik saja kok." "Benarkah? Jangan kamu pikir Papah tidak bisa melihat Arjuna." Vino bersuara dingin membuat nyali Arjuna sedikit menciut. "Asal kamu tahu. Aku tidak begitu merestui kamu menikah dengan Viona. Tapi karena desakan Viona, akupun setuju. Jadi, jangan sekali-kali kamu berpikir untuk menyakiti Viona. Karena jika sampai kamu lakukan, kamu akan berurusan denganku." Arju

