Khilaf yang Nikmat Pagi harinya Risa terbangun dengan mata sembab. Dia bahkan harus mengompres kantung matanya agar tak terlalu menonjol. Risa mengeluarkan sepeda motornya dengan hati-hati. Sepintas melirik ke rumah tetangga sebelah, ternyata mobilnya sudah tak ada. Fix, Risa harus berangkat sendiri rupanya. Abi dan Risa beberapa kali bertatap muka. Namun Abi memilih melengos dan acuh. Padahal biasanya Risa yang acuh dan Abilah yang akan selalu mendekatinya. Hal itu menyadarkan Risa jika dia merasa rindu. "Ris .... " Risa menoleh ke arah Lisa dan memaksa senyum. "Iya Lis, kenapa?" "Kamu gak apa-apa?" "Aku? Memangnya aku kenapa?" "Kamu sama Dokter Abi baik-baik saja kan?" "Kami baik memangnya kenapa?" Lisa menyadari kesalahan fatalnya. Risa tidak baik-baik saja. Seharian ini dia b

