TERJERAT CINTA WANITA PANGGILAN 40 B Oleh: Kenong Auliya Zhafira Lian menggeleng beberapa kali sambil menata debar jantungnya agar tidak terlalu cepat berdetak. Matanya pun melirik jam di ponsel yang masih menunjukan jam tiga dini hari. "Semoga kamu baik-baik saja meski nanti aku tidak bisa memilihmu, May ... aku berharap masih bisa melihatmu dari jauh meski ikatan terputus. Tapi, percayalah kalau rasa ini tidak akan terputus apalagi hilang," ucapnya sembari mengusap dahinya yang basah. Setelah sedikit tenang, Lian kembali mencoba menutup kedua matanya hingga nanti mendengar suara ayam berkokok. Ia masih ingin menikmati sisa malamnya untuk mengobati keseluruhan tenaga yang hilang karena terlalu menyibukkan diri menggali kenangan untuk bekal hidup tanpa Mayasha di masa depan. ~ Ketik

