TERJERAT CINTA WANITA PANGGILAN 43 C Oleh: Kenong Auliya Zhafira Ia kembali memutar pertemuan pertama dengan Mayasha. Apalagi setelah bertemu empat mata sebagai tamu. Ada luka teramat dalam yang terlihat di sorot matanya. Akan tetapi, mengetahui pekerjaannya melenyapkan semua rasa itu. Menyakiti hati anaknya dengan sengaja bukanlah tujuan hidupnya. Sungguh, ini pertentangan yang menguras pikiran dan energi. Namun, penuturan dari Keya dan Marvin yang ternyata menjadi andil tenggelamnya nurani Mayasha membuat hatinya sedikit tersentil. "Apa benar yang mereka katakan? Tapi, kenapa bayangan luka lalu tidak bisa terhapus permanen dan diganti yang baru," tanyanya pada sendiri. Rasanya belum siap memutuskan saat ini juga. Keya yang tahu Tante Elsa mulai goyah menjadi sedikit lebih tenang.

