Malam yang indah dengan temaram bintang-bintang yang terlihat jelas di langit Kota Paris. Perasaan tenang dan nyaman yang baru Serin rasakan kembali. Tak ada lagi yang ingin dicari oleh Serin. Untuk saat ini, dia sudah merasa bahagia bisa berada dalam pelukan laki-laki yang sangat ia cintai. Ingin rasanya Serin menghentikan waktu, agar tetap bisa berada di pelukan suaminya. “Mas,” ucap Serin sambil tiduran di pangkuan Adrian, sambil tetap menatap langit-langit. Serin memiringkan tubuhnya karena perutnya yang semakin membesar. “Iya, Sayang,” ucap Adrian sambil menatap netra Serin penuh cinta. “Aku rindu saat-saat seperti ini, Mas. Waktu lima bulan berpisah denganmu membuatku benar-benar mengerti seberapa pentingnya dirimu untukku.” Arsenio mendengar ungkapan isi hati Serin, hatinya mengh

