Serin menikmati proses kesembuhannya dengan selalu bersyukur. Karena buat dirinya, Tuhan mau memberikan dia kesempatan untuk hidup saja, itu lebih dari cukup buat Serin. Serin menatap sahabat dan suaminya yang sedang mengobrol masalah perusahaan. Serin sangat bahagia melihat mereka berdua yang terlihat layaknya saudara. Jika Serin disuruh memilih antara mereka berdua, Serin tidak akan pernah bisa untuk memilihnya. Karena menurut Serin mereka berdua sangatlah penting untuk hidupnya. Yang satu suami dan yang satunya lagi adalah sahabatnya. Sahabat yang selalu ada disaat suka maupun duka. Tempat mencurahkan isi hatinya. Di saat dia tidak bisa bercerita dengan suaminya. “Mama melamun,” ucap Sean mengagetkan Serin. Serin menatap putranya yang barusan datang. Dia benar-benar merasa bersalah ka

