Part 02

1098 Kata
Setelah pulang dari kantor, Serin beserta teman-temannya langsung menuju ke Tempat makan yang sudah Serin dan teman-temannya pesan. “Rin, sudah kamu reservasi tempatnya?” tanya Rino, teman satu Tim Serin. “Tenang saja, No. Aku sudah reservasi langsung pada manajernya. Saat di perusahaan tadi aku langsung telepon ke temanku yang jadi Manajer Rumah makan ini. Kata dia sudah di siapkan tempatnya. Ngomongnya sih di meja no. 09,” ucap Serin sambil masuk ke dalam Rumah makan dan berjalan menuju ke meja yang sudah Sering pesan. Sering berjalan di ikuti yang lain di belakangnya. Seorang pramusaji mendatangi tempat Serin dan memberikan buku menunya dengan sopan. “Selamat datang di Rumah makan Bunda, Nyonya Serin. Pesanan atas nama Ibu Serin dari perusahaan Aditama,” ucap pramusaji itu dengan sopan. Serin menganggukkan kepala dengan tetap menyunggingkan senyum di wajah cantiknya. Sambil menerima buku menu yang di berikan pramusaji tersebut. “Kalian mau pesan apa?” ucap Serin pada teman-temannya. “Aku Chicken Dabu-dabu, sama minumnya Lemon Tea,” ucap Kiara dengan semangat. “Aku Ayam goreng rica-rica, sama minumnya juice Alpukat.” “Aku Grilled Chicken, sama lemon Tea.” “Aku sop iga sapi bakar, sama lemon Tea.” “Kamu sendiri pesan apa, Rin?” tanya Kiara pada Serin yang sedang melamun. “Aku Grilled Salmon with Tropical Fruit salad, sama minumnya Lemon Tea saja,” ucap Serin mengakhiri pesanan mereka. Serin menghela nafas panjang. Entah kenapa tiba-tiba perasaannya terasa tidak enak, seperti ada yang mengganjal di hatinya. “Permisi, Pesanan segera akan kami sajikan,” ucap pramusaji itu dengan sopan dan pamit undur diri. Setelah 15 menit menunggu, makanan pun datang dan disajikan secara indah di atas meja. Serin dan teman-temannya segera menikmati makanan yang mereka pesan. Entah kenapa tiba-tiba Serin tidak terlalu bernafsu untuk memakan makannya. Padahal yang dia pesan adalah makanan kesukaannya. “Rin, bukannya itu suami kamu?” ucap Kiara lirih kepada Serin. Kiara menunjuk tempat yang ada Michel dan keluarganya. Serin langsung melihat arah tempat yang ditunjuk oleh Kiara. Setelah melihat Michel dan keluarganya, tiba-tiba Serin bertanya-tanya dalam hatinya, ia merasa gundah memikirkan suaminya. Terlebih lagi ada sesosok wanita cantik di samping Michel yang terlihat sangat manja pada Michel. “Siapa wanita yang bersama Michel itu?” batin Serin bertanya-tanya, kenapa Michel harus berbohong kepadanya? ada apa sebenarnya? apa ada yang disembunyikan oleh Michel selama ini,” batin Serin. Setelah mereka selesai makan, Serin menyuruh Kiara untuk membayar makanan mereka menggunakan kartu Debit milik Serin. Serin seperti tidak ada semangat lagi, meskipun dia tidak memperlihatkannya kepada teman-temannya. Untuk saat ini, dia cuma ingin diam dan menunggu Michel bicara sendiri dan menjelaskan semuanya. Setelah selesai membayar makanan, Serin dan teman-temannya pun bergegas keluar dari Rumah makan, tempat mereka makan bersama. Serin berpamitan sama teman-temannya, dan menuju parkiran mobil. Serin berjalan gontai menuju ke arah mobilnya. Serin membuka pintu mobil dan masuk ke kursi kemudi. Serin menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Apartemennya. Serin tidak bisa berpikir secara jernih, karena memikirkan apa yang barusan ia lihat. Menyaksikan secara langsung suaminya bersama wanita lain, meskipun Serin mencoba untuk tetap berpikir positif dan ia tetap menanamkan pada hatinya, kalau suaminya adalah laki-laki yang setia untuknya. Serin yakin kalau suaminya tidak akan pernah tega untuk menghianatinya. **** Michel Pov “Entah apa yang harus aku katakan nanti ke Serin, perasaan bersalah ini sangat menyiksa ku, secepatnya aku harus jujur padanya,” batin Michel. Kebohongan demi kebohongan sering Michel lakukan, semenjak Karneta datang lagi di hidup Michel, rasa cinta itu semakin memudar untuk Serin. Kesalahan ku mungkin tidak akan termaafkan, menghianati kesetiaan istriku. Wanita yang tidak pernah menuntut apa pun kepadaku, yang memberikan cinta dan kasih sayang yang tulus untukku, mempertaruhkan hidupnya untuk kebahagiaanku. Tanpa pernah mengeluh sedikit pun. “Serin, Maafkan aku yang sudah menghianatimu, merusak kepercayaanmu pada ku,” ucap Michel dalam hati. Ia sangat merasa bersalah karena tega membohongi Serin selama ini. “ Jujur aku tak bisa membohongi perasaanku sendiri, masih terlalu besar rasa cinta ku pada Karneta. Wanita pertama yang telah memasuki hatiku. Yang membuat hari-hariku begitu berwarna selama ini,” batin Michel. Derrrrtttt...Derrrrttt...... Handphone Michel bergetar, setelah melihat ada pesan masuk, ternyata dari Karneta, wanita yang sangat Michel cintai. Karneta :“Honey...” Michel :“Iya Honey...Kangen” Karneta :“Oh Sure...” Michel :“Really...I just Miss you...” Karneta :“Honey apa semua akan baik-baik saja dengan rencana pernikahan kita?” Michel :“Pasti Honey...aku secepatnya akan berbicara kepada Serin” Karneta :“Ok Honey aku percaya sama kamu, Love you...” Michel :“Love you too... Honey, jangan lupa nanti sore aku jemput, mama sama papa ingin bertemu honey” Karneta :“Ok Honey...See you...Muaccchhhh... Michel :“Muaccchhh... Setelah mendapatkan pesan dari Karneta, Michel menyunggingkan senyum bahagia. Michel cuma bisa berharap yang terbaik untuk ke depannya. Bersama wanita yang Michel cintai dengan sepenuh hati. Bisa hidup dengan bahagia bersama Karena. *** Apartemant 21:00 Sebelum Serin pulang ke Apartemen tadi, Serin mampir sebentar ke Panti asuhan tempat Serin dibesarkan. Bertemu dengan ibu Ani, Ibu panti asuhan Serin. Membawakan keperluan panti yang sudah habis dan sedikit memberikan Rizky yang Serin dapat untuk adik-adik pantinya itu. Meskipun Serin sudah menikah dan tidak tinggal lagi di panti asuhan. Serin tidak pernah melupakan panti asuhan tempat Serin dibesarkan. Dan Serin sekarang tercatat menjadi Donatur tetap panti asuhan tempat Serin dibesarkan sampai Serin menjadi sosok wanita yang sangat mandiri. Malam semakin larut, tapi Serin masih belum bisa memejamkan matanya sama sekali. Serin masih memikirkan suaminya. Entah kenapa hatinya dirundung kegelisahan. Memikirkan hal yang paling ditakutkan oleh Serin. Karena untuk Serin, Michel adalah segalanya dalam hidup Serin, Serin tidak bisa membayangkan. Bagaimana dirinya tanpa Michel di sampingnya. Laki-laki yang sangat dia cintai dengan sepenuh hati. Terakhir kali Michel menghubungi Serin, saat Serin masih dikantor. Sampai sekarang, Michel belum memberi kabar sama sekali. Serin berusaha berpikir positif pada Michel suaminya. Serin yakin kalau suaminya tidak akan tega menyakiti hatinya. Serin mengalihkan pikirannya dengan mencoba melihat perkembangan usahanya yang berada di Bandung. Dengan melihat Email dari salah satu orang kepercayaannya. Bisnis yang dia rintis empat tahun yang lalu, sebelum Serin menikah dengan Michel. Usaha kue kekinian dan pusat oleh-oleh Serin sekarang semakin maju dan mempunyai beberapa cabang yang tersebar di Indonesia. Itu pun tanpa sepengetahuan Michel suaminya. Serin membangun usahanya dengan tekad yang kuat, meskipun dia harus merasakan jatuh bangun karena usahanya, sampai akhirnya masyarakat mengenal kue-kue dan produk-produk yang dijual oleh Serin. Dari awal mula dia merintis dari modal pas-pasan sampai sekarang dia bisa menghasilkan untung yang banyak dari bisnisnya. Sering kali orang menganggap remeh seorang Serin karena latar belakangnya yang seorang anak panti asuhan, yang tidak tahu asal usulnya dari mana. Malam pun semakin larut, tanpa terasa Serin pun ketiduran di meja kerjanya, dengan laptop tetap menyala di depannya. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN