Part 17

1808 Kata
Bandara Soekarno Hatta,Jakarta,Indonesia 09:00 Awal kisahku dan istriku berawal dari Bandara ini. Dimulai dari kejadian cokelat tumpah, sampai adu mulut antara aku dan istriku, meskipun itu cuma alasanku untuk mengalihkan diriku yang mulai gugup saat menatap wajahnya, wajah yang cantik dengan pesona yang ada dalam dirinya. Aku benar-benar sangat terpesona pada wanita yang sekarang menjadi istriku. Aku tak menyangka Tuhan menakdirkanku bersamanya secepat ini. Takdir yang tak pernah aku sesali sama sekali. Takdir terindah yang aku terima dari Tuhan dengan sepenuh hati. “I Love You My Wife, you are my life and the source of my happiness,” ucap Adrian dalam hati. Adrian menatap dalam istrinya dalam diam, menikmati setiap moment yang dia lalui bersama istrinya saat ini. Seperti sekarang dia melihat istrinya yang sedang menikmati ice cream coklat di depannya, sambil menunggu mobil jemputan mereka. “Mas nanti kita mampir ke apartemenku dulu yah, karena ada yang mau aku ambil terlebih dahulu,” ucap Serin pada suaminya. “Iya sayang, nanti kita ke apartemen kamu dulu, sebelum ke rumahnya Mommy. Mommy nanti mau ngumpulin sahabat-sahabatnya, keluarga besar, dan ada sahabat-sahabatku juga di rumah nanti, seperti syukuran kecil-kecilan menyambut kita,” ucap Adrian dengan senyuman hangat yang tak hilang dari wajahnya. Senyuman penuh sayang yang suaminya perlihatkan hanya padanya. “Iya Mas, tapi Mommy kok gak bilang ke aku dulu yah Mas, kalo mau ngadahin acara kayak gitu,” ucap Serin penuh tanya dalam benaknya. “Karena Mommy pingin ngasih kejutan buat kita Sayang, kakak-kakak ku saja juga heboh mendengar kita sudah menikah, terlebih lagi kak Arya dan kak Tita.” “Mereka berdua memang pasangan paling heboh Mas,” tutur Serin sambil terkekeh membayangkan kakak iparnya yang sangat drama queen, Adrian mengusap kepala istrinya dengan sayang. Tak menunggu lama, mobil jemputan mereka datang, Adrian dan Serin berjalan berdampingan menuju mobil jemputan mereka. Adrian membukakan pintu untuk istrinya, Serin memasuki mobil dan diikuti Adrian masuk ke dalam mobil dari pintu satunya. Mobil melaju dengan kecepatan standart menuju ke apartement Serin. “Boss apa perlu saya tunggu,” ucap Josep dengan sopan. “Tidak usah, Jo, istirahatlah dulu di tempatmu. Nanti sore ke rumahlah ikut acara yang diadakan mommy,” ucap Adrian dengan tegas. Josep mengangguk tanda dia mengerti. “Baik Boss,” ucap Josep dengan sopan. Tak terasa mobil sudah berhenti di depan apartemen milik Serin. Adrian dan Serin turun diikuti dengan Josep yang membawa barang bawaan Serin dan Adrian. Saat sudah sampai di depan pintu apartemen Serin, Josep pamit undur diri. Adrian mengganggukkan kepala pada Josep. Adrian berjalan masuk ke dalam apartemen milik Serin. “Sayang aku lapar,” ucap Adrian pada istrinya. “Iya Mas sebentar, aku lihat dulu ada bahan apa saja yang bisa aku masak,” ucap Serin sambil berjalan menuju dapurnya untuk membuatkan suaminya makanan, karena tadi saat perjalanan ke apartemen, mereka tidak membeli makan terlebih dahulu. Saat membuka lemari pendingin, Serin cuma menemukan ayam filet dan bahan untuk membuat spagetti dan pasta. “Mas aku buatin Spaghetti Creamy Chicken yah, mau?” tanya Serin pada suaminya yang duduk di ruang TV. “Masak apa saja sayang, pasti akan Mas makan, yang penting kamu yang memasaknya,” ucap Adrian sambil menyalahkan TV. Melihat berita yang sekarang lagi update. “Ya sudah Mas kalo gitu, tunggu sebentar. Mau dibikinin minum dulu?” tanya Serin pada suaminya. “Iya sayang gak pa-pa, bikinin lemon tea kayak dulu yang ada daun mint sama biji selasihnya sayang,” ucap Adrian pada istrinya. Saat bersama istrinya, sifat dan sikap Adrian langsung berubah 180 derajat menjadi manja pada Serin. Serin membawa minuman yang diinginkan oleh suaminya dan ia memberikannya pada Adrian yang sedang duduk sambil melihat MacBook milik Serin. Semenjak menikah, Adrian sangat posesif pada Serin. Serin yang diperlakukan seperti itu cuma bisa menanggapi dengan senyuman. Karena Serin yakin kalo suaminya melakukan itu pasti ada alasannya, setelah mengantarkan minuman pada suaminya, Naraya kembali lagi kedapur untuk melanjutkan masakanya. Sekitar 15 menit Serin berkutat di dapur untuk membuatkan makanan untuk suaminya. Setelah masakannya matang, Serin membawa makanannya di meja makan. Setelah siap, Serin memanggil suaminya untuk makan. Meskipun dari bahan seadanya. “Mas kita makan dulu, udah siap makanannya.” Serin memanggil suaminya yang masih berada di ruang Tv. “Iya Sayang,” saut Adrian sambil berjalan menuju meja makan. “Hemmmm...pasti enak...” ucap Adrian sembari duduk dan mengambil spagetti creamy chicken yang sudah disiapin istrinya. Adrian langsung menyantap spagettinya dengan lahap, sambil mulutnya tidak berhenti untuk memuji masakan istrinya. Serin yang mendengar pujian dari mulut suaminya, dia a cuma bisa tersenyum dengan hangat. Perasaan yang belum pernah ia rasakan selama ini. “Yank nambah lagi,” ucap Adrian sambil menyodorkan piringnya yang sudah kosong pada Serin. “Lapar Mas.” Goda Serin pada suaminya. “Mubazhir Yank kalo istri masak gak dihabisin,” ucap Adrian dengan cuek, sambil menerima piringnya yang sudah terisi penuh spagetti. Jujur dalam hati Serin sangat bahagia karena suaminya sangat menghargai apa yang dia buat dan memakannya dengan lahap. Setelah selesai makan, Serin membereskan meja makan yang dibantu dengan Adrian. Mereka saling bekerjasama. selesai beberes Serin dan Adrian duduk di Ruang Tv, sambil berbincang-bincang. “Sayang, di ponsel kamu ada e-mail masuk. Saat aku mau buka gak bisa terbuka, harus memasukkan kode rahasia. Aku sendiri pun tidak bisa membobolnya dengan sistem milikku,” ucap Adrian penasaran. Serin yang melihat suaminya penasaran, cuma menyunggingkan senyum di bibirnya. “Oh...itu e-mail dari sahabatku, memang tidak akan ada yang bisa membobol pesan kami, meskipun itu hacker profesional. Karena temanku sendiri yang membuat khusus untukku. Karena itu bersifat rahasia,” tutur Serin pada suaminya. “Cuma ada satu yang mempunyai cara kerja seperti itu, seperti cara kerja istrinya Sahabatku yang mempunyai perusahaan keamanan tercanggih yang masih belum ada yang bisa membobol sistemnya, termasuk aku,” ucap Adrian sambil berpikir keras siapa sahabat istrinya yang menciptakan pesan rahasia itu. “Suatu saat pasti kamu akan tahu Mas, tapi bukan sekarang. Dia yang menjagaku dari jauh selama ini, dia seorang malaikat pelindung untukku, dan dia selalu ada di saat aku membutuhkannya,” ucap Serin sambil membayangkan sosok Arabelle. Sahabat yang sangat dia sayangi, entah kenapa Serin seperti punya ikatan batin dengan Arabelle. Arabelle layaknya seorang kakak untuk Serin. Adrian tidak bisa memaksa Serin untuk bercerita. Karena Adrian tahu kalo istrinya pasti punya alasan untuk tidak menceritakannya. “Aku mengerti sayang, aku akan menunggu saat itu tiba,” ucap Adrian sambil mengecup puncak kepala istrinya dengan penuh cinta. “Terima kasih Mas untuk pengertiannya,” ucap Serin dengan tulus pada suaminya. “Itu sudah kewajibanku sayang,” ucap Serin dengan penuh pengertian. Serin mengambil MacBooknya dan melihat pesan dari Arabelle. “Rin, hati-hati! Selalu waspada di mana pun kamu berada, karena banyak musuhmu yang mulai mengincar nyawamu, meskipun aku sudah mengirim penjagaan ketat untukmu, tetap kamu harus berhati-hati. Jangan sampai aku mendengar kau mati karena kebodohanmu sendiri. Selamat untuk pernikahanmu yang kilat. Adrian orang baik aku mengenalnya dengan baik, dia pasti bisa mencintaimu dengan setulus hatinya. Seperti aku yang menemukan cinta sejatiku. Sudah waktunya kau bahagia. Lupakan laki-laki b******k itu. Hiduplah bahagia dengan Adrian, sampai bertemu di pesta syukuranmu nanti malam. Aku datang bersama suamiku dan putraku, khusus untukmu. Tunggu kejutan dariku, untuk kado pernikahanmu. Aku menyayangimu, Arrabelle.” Serin menyunggingkan senyum membaca pesan yang dikirim Arabelle untuknya. Tiba-tiba Serin berpikir tentang perkataan Arabelle, kalo dia akan datang ke pesta syukurannya nanti malam. Siapa yang mengundangnya dan suaminya ke pesta itu, Serin bertanya-tanya dalam hatinya. **** Kediaman Keluarga Aditama 18:00 “Pap Adrian belum datang juga?” tanya Ibu Ratu dengan khawatir. “Tadi saat di hubungi sama Papi tadi udah dekat Mi katanya, udah mau sampe”. Ucap Tuan Aditama menenangkan Ibu Ratu yang terlanjur sudah panik. Tak berselang lama Serin dan Adrian datang dengan ekspresi tidak bersalah. “Hai pap,” sapa Adrian pada papinya. Mendengar sapaan putra bungsunya, Tuan Aditama menghampiri Adrian dan Serin. mengajak mereka langsung ke tempat yang sudah Tuan Aditama persiapkan untuk penyambutan mereka. Semua tamu undangan pada hadir, sahabat Adrian, sahabat kedua orang tuanya, dan keluarga besarnya. Saat Stevant berjalan sambil menghampiri Adrian yang berdiri sendirian, karena Serin dibawa oleh Mommynya. “Kalian datang kenapa tidak mengabariku lebih dulu,” ucap Adrian pada keempat sahabatnya. Stevant, Leo, Eric, dan Jordan. “Kau sendiri menikah tidak mengabari kami” ucap Leo dengan sinis. Adrian terkekeh mendengar perkataan sahabatnya itu. “Adrian, Apa Istrimu itu pemilik perusahaan BL. Corporation? yang sekarang menjadi incaran para pembunuh bayaran, karena sepak terjangnya dalam dunia bisnis yang tidak bisa dianggap remeh,” tanya Jordan pada Adrian dengan penasaran. Jordan adalah seorang anggota militer yang sudah memiliki lisensi dari FBI, untuk menangani kasus-kasus yang tergolong sulit. Karena kecerdasan Jordan dan bantuan Adrian dalam bidang teknologi, Jordan selalu sukses untuk memecahkan kasus-kasusnya. Jadi tidak heran kalau Jordan mengetahui tentang berita Serin yang menjadi incaran para pembunuh bayaran. “Kau tau dari mana berita itu, aku sendiri masih belum mendengar kabar itu,” ucap Adrian dengan raut muka khawatir akan keselamatan istrinya, dia tidak menyangka istrinya sekarang dalam bahaya.” Apa ini yang di sembunyikan Serin,” batin Adrian “Tenanglah, tidak akan terjadi apa-apa dengan istrimu, dibelakangnya banyak orang yang berani bertaruh nyawa untuknya,” ucap Stevant menenangkan sahabatnya. “Apa benar itu, kau juga tahu dari mana,” ucap Adrian penasaran, terlalu banyak informasi yang sudah dia lewatkan selama ini. “Benar Boy, banyak yang menyayangi istrimu, kau seharusnya bersyukur akan hal itu, banyak orang yang berani mati untuknya. Demi bisa menjaganya, meskipun itu seperti bayangan untuk diri Serin. Aku tahu soal ini karena yang menjaga Serin bukan orang sembarangan, dan aku kenal dekat dengannya,” tutur Stevant serius. “Siapa yang menjaga Serin, Stev?” tanya Adrian. Adrian merasa bingung dengan perkataan yang bertele-tele untuknya, dia ingin sebuah kejelasan. “Istriku,” ucap Stevant singkat. Dan benar-benar membuat ketiga sahabatnya benar-benar terkejut, tidak termasuk Leo, karena Leo sudah mengetahui semuanya. “What, istrimu Stev, maksudnya apa ini, jangan bercanda,” ucap Adrian dengan geram. Dan akhirnya mengalirlah cerita dari mulut Stevant tentang Serin dan Arabelle istrinya. “Serin sebenarnya adalah anak bungsu dari keluarga Antonio Wijaya dan tak lain adalah adik dari Arabelle istriku. Serin saat bayi diculik oleh musuh dari Antonio Wijaya, keluarga itu mengira Serin sudah meninggal, karena mereka mendapat kiriman mayat bayi yang mukanya sudah rusak. Ibu Celia sempat depresi ringan saat tahu anaknya dibunuh, sejak saat itu keluarga Wijaya menutup rapat-rapat tentang kematian anaknya. Public cuma tahu anak dari Tuan Wijaya cuma Arabelle. Naraya bertemu Arabelle saat dia pertama kali menginjakkan kakinya ke Swiss, saat Arabelle bertemu dengan Serin, Arabelle seperti memiliki ikatan batin dengan Serin, semenjak saat itu mereka dekat, dan sampai ketika Serin membantu Arabelle saat tertembak dan membutuhkan banyak darah, dan entah itu sebuah kebetulan, darah Serin cocok dengan darah Arabelle, semenjak saat itu Arabelle mencari tahu tetang Serin. Sampai dia mengetahui sebuah kebenaran kalo Serin benar adik kandungnya, untuk membuktikan kebenaran itu, Arabelle tanpa sepengetahuan Serin melakukan Tes DNA mereka berdua dan ternyata hasilnya cocok. Semenjak saat itu Arabelle benar-benar menjaga Serin dengan nyawanya. Semua anak buahnya dikerahkan untuk melindungi Serin dengan nyawanya, kalian kan tahu kalo istriku satu-satunya orang yang ditakuti para mafia di Italia. Salah satunya teman kita si Leo ini.” Stevant menjelaskan panjang lebar kepada para sahabatnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN