“Cinta datang tak terduga, dari pertemuan yang kurang baik sampai akhirnya takdir menyatukan kita. Terima kasih telah bersedia menjadi milikku. Memilihku menjadi pelengkap hidupmu. Tempat bersandarku baik suka maupun duka dengan caramu kau robohkan dinding yang kubuat selama ini. Kau menyentuhku dengan caramu. Cintamu meluluhkan hatiku. Semoga Tuhan menjaga cinta kita, tak tergoyahkan meskipun ada badai yang akan menerpa cinta kita. Aku mempercayaimu dengan setulus jiwaku. Jaga kepercayaanku. Jangan sampai kau rusak kepercayaan yang aku berikan. Aku akan meninggalkanmu jika kepercayaanku kau hancurkan. Meskipun kau mencariku sampai ujung dunia, kau tak akan pernah bisa menemukanku kembali,” ucap Serin dengan tetap bersandar pada d**a Adrian. Ungkapan hati Serin yang didengarkan dengan baik oleh Adrian. Adrian mengecup puncak kepala Serin dengan rasa sayang.
“Kepercayaanmu adalah hidupku. Tak akan kuhancurkan kepercayaan itu dengan kebodohanku. Memilikimu adalah hal terindah bagi hidupku. Kebahagiaanku adalah dirimu. Separuh nafasku ada padamu. Aku akan mati jika kau meninggalkanku. Aku tak akan pernah bisa hidup tanpamu karena aku benar-benar sangat mencintaimu, Serin Amanda Carla,” ucap Adrian dengan sungguh-sungguh. Mengungkapkan cinta yang ia rasakan. Serin semakin membenamkan wajahnya di d**a bidang Adrian. Menghirup bau suaminya yang sudah menjadi candu baginya.
“Ingatkan aku jika aku melakukan kesalahan. Jangan pernah kau tinggalkan aku cuma karena kesenangan semata. Selalu ingat perjuanganmu saat ingin mendapatkanku,” ucap Serin dengan menatap mata suaminya.
“Aku pun juga begitu. Tegur aku jika aku melakukan sebuah kesalahan yang menyakiti hatimu, jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku. Selalu ingatlah kalau aku sangat mencintaimu melebihi nyawaku sendiri,” ucap Adrian. Mereka berdua terdiam meresapi ucapan masing-masing. Ungkapan yang benar-benar dari lubuk hati masing-masing.
“Sayang aku ingin panggilannya diganti, supaya kita terlihat seperti suami istri," ucap Adrian sambil merajuk. Serin yang melihat Adrian merajuk, dia cuma bisa geleng-geleng kepala.
“Emang mau dipanggil apa? Mas Adrian?” ucap Serin sembari mengusap pipi Adrian dengan sayang. Adrian memegang tangan istrinya dan menciumnya sambil mengganggukkan kepala.
“Itu panggilan yang bagus juga, Sayang,” ucap Adrian dengan tersenyum bahagia. Adrian mulai membelai titik-titik sensitif Serin. Serin sudah mulai tidak konsen karena ulah nakal tangan suaminya. Adrian mulai menciumi leher jenjang Serin.serta memberikan banyak tanda kepemilikan di leher dan area d**a Serin.Serin semakin mengeliat dengan sensual membuat Adrian semakin bersemangat untuk melakukan lebih. Serin tak sadar kalo tubuhnya sudah tak memakai apa-apa.entah kapan suaminya melucutinya. Serin semakin mendesah dan merancau saat Adrian mulai mengulum puncak buah d**a Serin disertai gigitan kecil di puncak d**a Serin.Kedua buah d**a Serin semakin menantang.membuat Adrian semakin menggila. Setelah puas bermain-main dengan gundukan kenyal Serin, Adrian mulai bermain di area bawah milik Serin yang sudah mulai basah. Tempat dimana gairah keduanya semakin memuncak. Adrian mulai melepas seluruh pakaiannya dan menindih tubuh Serin.memandang mata Serin yang sudah diliputi hasrat yang semakin memuncak. Tangan Adrian mulai bermain di inti Serin.sampai tubuh Serin bergetar mengeluarkan pelepasannya yang pertama.
“Mas....” ucap Serin disela-sela pelepasannya. Adrian tidak mau berhenti sama sekali. Adrian mulai mengarahkan kejantanannya ke lubung kenikmatan milik istrinya dengan ritme yang semakin cepat. Serin semakin mendesah saat Adrian semakin mempercepat temponya. Setelah puas dengan satu gaya, Adrian memulai melakukan dengan berbagai gaya sampai membuat Serin kewalaan dengan permainan suaminya. Serin merasa miliknya semakin berkedut dan Adrian sudah mulai mau keluar.
“Mas aku mau keluar lagi,” ucap Serin disela-sela desahannya. Adrian semakin memperdalam penyatuannya.untuk sama-sama keluar.
“Kita sama-sama sayang keluarnya,” ucap Adrian dengan mempercepat temponya.dan saat berada dipuncak Adrian mengeluarkan benihnya ke rahim Serin dan berharap Tuhan memberikan kehidupan baru di rahim Serin. Adrian junior.setelah pelepasan Adrian merengkuh tubuh istrinya dalam pelukannya.dan tertidur bersama.
***
Albert Corporation, Jakarta Pusat
Michel Pov
“Kenapa perusahaan kita sampai kalah tender dengan perusahaan baru seperti BL.Corporation?” ucap Michel sambil melempar berkas ke meja kerjanya. Dia benar-benar marah karena Perusahaan Abraham lebih memilih bekerjasama dengan perusahaan milik Serin dibandingkan dengan perusahaannya.
“Maaf Pak saya kurang tahu alasan pihak Abraham lebih memilih bekerjasama dengan perusahaan Nc.Corporation karena pihak Abraham menutup rapat-rapat informasi mengenai kerjasamanya dengan Nc.Corporation,” Tutur Diki, orang kepercayaan Mjchel yang juga ikut andil dalam tender dari perusahaan Abraham.
“Cari tahu pemilik BL.Corporation, kita akan hancurkan secara perlahan perusahaan itu karena berani menantang perusahaan Albert,” ucap Reyhan dengan mengepalkan tangannya. Baru kali ini perusahaannya tidak bisa memenangkan tender. Terlebih lagi lawannya cuma perusahaan yang baru berdiri seumur jagung.
“Baik Pak....akan saya cari tahu,” ucap Diki dengan sopan dan pamit meninggalkan ruangan kerja Michel.
Michel duduk bersandar di kursinya menatap kosong ke depan dengan banyak pikiran dibenaknya. sebelum dia berangkat ke perusahaan ia sempat berselisih faham dengan istrinya. Sudah lima tahun Michel menikah dengan Cintya, wanita yang sangat dia cintai, belum juga dikaruniai keturunan. Rumah tangganya terasa hampa tanpa adanya buah hati di antara mereka.
Tiba-tiba Michel teringat Serin, wanita yang pernah ada dalam hidupnya yang dengan tega dia khianati. Wanita yang dengan tulus mencintainya.
“Bagaimana kabar Serin sekarang? Apa dia sudah menikah? Semenjak dia pergi aku benar-benar tidak bisa menemukannya.” Ucap Michel lirih penuh penyesalan.
***
Serin Pov
Halal Kitchen Korea, samcheong-ro,jongno-gu,Seoul
“Mas ayo cepat.....Mommy sama papi udah perjalanan ke tempat kita ketemuan," teriak Serin pada suaminya yang masih melipat kemejanya sampai siku. Adrian memakai kemeja casual berwarna hitam yang selaras dengan drees yang dipakai Serin.
“Iya Sayang bentar lagi, ini udah mau selesai,” ucap Adrian dengan sabar. Setelah selesai Adrian berjalan menghampiri istrinya dan mengecup pipinya. Menggandeng Serin ke luar dari kamar hotelnya. Adrian memanfaatkan waktunya dengan baik untuk jalan-jalan dengan istrinya sebelum bertemu dengan Mr. Zulang Wang lusa. Adrian menikmati setiap moment bersama Serin Serin pun juga seperti itu. Selagi ada kesempatan, Serin selalu memanjakan suaminya. Serin menikmati perannya sebagai istri Adrian, meskipun dia tetap harus mengontrol perusahaan serta hotel dan resortnya dengan sistem yang dimiliki perusahaan Adrian sekarang Serin lebih mudah untuk memantau perusahaannya baik yang di Indonesia maupun usahanya yang ada di New York.
“Mas kapan bertemu dengan Mr. Zulang Wang?” tanya Serin.
“Lusa Sayang, nanti ikut aku yah.” Jawab Adrian sambil tetap berjalan beriringan dengan Serin.
“ Apa aku nanti gak ganggu Mas kalo aku ikut.”
“Gak akan ganggu tenang saja. Itung-itung kamu juga survei lokasi buat cabang cafe dan restoranmu di sini,” ucap Adrian dengan santai. Tanpa Serin sadari Adrian memasang pelacak dan penyadap di ponsel Serin. Jadi apa yang dibicarakan oleh Serin, Adrian pasti tahu. Salah satunya pembicaraan Adrianu dengan kaki tangannya orlando mengenai cabang cafe dan restorannya di Korea Selatan. Naraya bertanya-tanya pada benaknya kenapa suaminya bisa tahu pembicaraannya dengan Carlos. Apa Carlos. yang bilang ke suaminya.
“Kok Mas tahu rencanaku yang mau buka cafe dan restoran di sini?” yanya DSelkmskm dengan penasaran. Adriamm yang melihat istrinya mengerutkan dahi seperti orang yang berpikir menahan tawanya. Arsenio tak akan sebodoh itu memberitahu Naraya kalo ponselnya telah dia sadap.
“Ada yang ngasih tau aku” ucap Adrian asal. Takut istrinya berpikiran yang tidak-tidak tentangnya. Di lobby hotel Josep sudah menunggu mereka berdua untuk segera berangkat menuju Halal Kitchen Korea. Di mana Ibu Ratu dan papi mertuanya sudah menunggu. Mereka berdua memasuki mobil dan mobil pun melaju di tengah kepadatan kota Seoul. Pemandangan malam yang indah dengan kerlap kerlip lampu di sepanjang kota Seoul. Kota yang akan menjadi tempat kenangan untuk Serin dan Arsenio.
“ Sayang nanti kalo kita sudah balik ke Indonesia, kita akan pindah ke rumah baru kita,” ucap Adrian pada istrinya. Naraya yang mendengar perkataan Arsenio sempat terkejut.
“Mas apa kita harus tinggal di Indonesia.” ucap Serin sambil menatap mata suaminya.
“Terserah kamu sayang ingin tinggal di mana. Paling enggak kita harus punya rumah di Indonesia karena sewaktu-waktu kalo kita ke Indonesia kita punya tempat untuk berkumpul.” Adrian menjelaskan alasannya pada istrinya. Adrian tahu kalo Serin ingin menghindari masa lalunya.
“Baiklah Mas kalo begitu. Aku nurut aja,” ucap Serin dengan pasrah. Serin yakin kalo suaminya pasti sudah memikirkannya dengan baik. Adrian mencium kening istrinya dengan penuh cinta. Adrian tak ingin apa-apa selagi Serin selalu ada di sampingnya.
“Sayang gimana soal resepsi pernikahan kita. Apa sudah kamu Pikirkan,” tanya Adrian pada istrinya.
“Sudah Mas, nanti sekalian kita adain saat pembukaan Hotel dan Resortku yang di Bali.” ucap Serin pada suaminya.
“OK kalo itu sudah keputusanmu. Nanti kita bicarakan dengan papi dan Mommy.”
“ Iya Mas”
Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam akhirnya sampai juga di tempat yang dituju. Serin dan Adrian turun dari mobil dengan bergandengan tangan menuju ke dalam tempat makan yang sudah di pilih mommynya.
Adrian menghampiri Mommy dan Papinya yang duduk bersebelahan. Masih terlihat romantis di usianya yang sudah tidak muda lagi.
“ Mommy...Papi..” sapa Adrian.
“Hai Honey,” ucap sang mommy merentangkan tangannya ingin dipeluk. Adrian memeluk mommynya dan bergantian ke papinya dengan diikuti Serin setelahnya. Serin duduk di sebelah Adrian. Makan malam keluarga yang terasa hangat. Ibu Ratu mulai membuka obrolan.
“Mommy gak nyangka kalo kalian secepat ini menikah,” ucap Ibu Ratu dengan penasaran. Adrian dan Serin saling berpandangan dan menyunggingkan senyuman satu sama lain.
“Kenapa harus menunggu lama Mom, kalo lebih cepat lebih baik,” ucap Adrian yang tetap menatap wajah istrinya. Tuan Aditama melihat pemandangan yang penuh cinta, Tuan Aditama ikut merasakan kebahagiaan putra bungsunya.
“Papi ikut bahagia kalo Kamu juga bahagia Son...” ucap Tuan Aditama.
“Pasti Pap...aku sangat bahagia bisa menikah dengan wanita yang aku cintai.” ucap Adrian penuh dengan kesungguhan. Serin yang melihat kesungguhan di mata suaminya, dia benar-benar merasa bersyukur bisa menjadi istrinya. Ibu Ratu tanpa sengaja melihat Serin menatap Adrian dengan tatapan penuh cinta. Beliau cuma bisa berharap yang terbaik untuk anak dan menantunya.
Ibu Ratu menyela obrolan antara Tuan Aditama dan Adrian saat dua pelayan mengantarkan makanan di meja mereka.
“Ayo kita makan dulu,” ucap Ibu Ratu memulai mengambil makanan untuk Tuan Aditama diikuti Serin yang mengambilkan makanan untuk Adrian. Adrian menerima makanan yang diberikan istrinya. Serin sangat menikmati makanan yang dia makan saat ini. Tiba-tiba dia berpikiran menu yang akan dia masukkan ke dalam restorannya yang baru.
Acara makan malam pun telah usai, Serin dan Adrian berpamitan kepada Mommy dan papinya karena Mommy dan papinya juga harus bertolak ke Indonesia besok pagi.
“Mommy balik dulu yah. Jangan lupa nanti pulang dari Korea mommy dan papi dikasih cucu,” ucap Ibu Ratu sambil memeluk Serin dengan sayang.
“Pasti Mom....” ucap Adrian dengan membanggakan diri. Serin yang melihat kelakuan suaminya cuma bisa menggelengkan kepala.
Ibu Ratu dan Tuan Aditama pun pamit dan menuju mobil yang suduh menjemputnya dan diikuti Adrian dan Serin masuk ke mobil jemputannya.