"Mam, kita berangkat jam berapa ke rumah Oma," tanya Sean. Ia sudah tidak sabar bertemu dengan saudara-saudaranya, Sean melihat Mamanya yang masih berdandan. "Bentar lagi Sayang, Mama udah mau selesai," ucap Serin sambil tetap memoles wajahnya. Adrian menatap wajah istrinya yang tetap terlihat cantik. Setelah selesai, Serin menghampiri putranya yang sudah manyun bibirnya, terlihat sangat menggemaskan. Serin mencium pipi putranya dengan gemas, Sean yang tiba-tiba dicium ibunya semakin kesal. "Ma, ayo kita berangkat," ucap Sean yang sudah tidak sabar. Serin menggandeng tangan putranya ke luar dari apartemen dengan diikuti oleh Adrian di belakangnya. Serin, Adrian dan Sean turun ke lantai dasar dengan menggunakan lift. Setelah sampai di parkiran apartemen, Adrian membukakan pintu mobil untu

