Beberapa menit setelahnya, Dehan sudah memarkirkan mobil mewahnya di pekarangan rumahnya. Ia melepas seatbelt, lalu turun memutar untuk membukakan pintu mobil Alika. Kelihatan romantis bagi sebagian orang yang melihatnya. Tapi mereka tak tahu, dibalik keromantisan itu ada satu kepedihan yang dirasakan Alika, sebenarnya. Sebelum masuk ke dalam, Dehan sempat mengatakan sesuatu pada Alika, "Ingat! Jangan mengatakan apa pun pada ibu dan ayahku. Paham?!" Alika hanya mengangguk. "Wajahmu jangan dibuat sedih seperti itu. Aku tidak akan bersimpati padamu. Aku ingin kau berakting di depan orang tuaku," lanjut Dehan. "I-iya, Dehan." Dehan menyeringai. "Bagus. Itu namanya calon istri yang baik. Kau harus menuruti semua ucapanku, karena aku calon suamimu." Setelahnya, Dehan menggandeng tangan Ali

