Dehan tampak memandangi langit yang sedikit mendung dari jendela hotel. Ia sengaja membukanya untuk merasakan udara pagi yang cukup membuatnya tenang dan sejuk pastinya. Dehan merentangkan kedua tangannya sambil menutup mataㅡmenarik napas, lalu membuangnya secara perlahan. Ada rasa damai dalam hatinya, setelah melewati masa-masa sulit dalam kehidupannya. Saat ini, Dehan masih bertelanjang d**a namun sudah memakai celana jeans. Handuknya juga masih ia sampirkan di bahunya. Rambutnya juga masih terlihat basah. Hhh... dia benar-benar terlihat cool pagi ini. Dan aktivitasnya itu terganggu ketika ponselnya yang terletak di atas nakas berdering. Untungnya Alika sudah bangun dan sedang membersihkan tubuhnya di kamar mandi. Dehan menerima panggilan yang tak lain berasal dari Filzha. Terdengar s

