Setelah selesai berpagutan, Dehan permisi untuk keluar sebentar menemui ayah dan ibunya. Dia ingin membicarakan perihal tentang pernikahannya dengan Alika. Namun ia tidak ingin memberitahukannya pada Alika, karena ini akan menjadi sebuah kejutan untuk calon istrinya itu. "Sayang, aku mau bicara sebentar dengan ayah di luar. Kau di sini dulu ya," ucap Dehan sambil mencium kening Alika. "Aku akan segera kembali." Alika mengangguk seraya tersenyum dan menatapi punggung Dehan yang sudah menghilang dibalik pintu. Alika mendesah pelan. Sepertinya dia sangat bosan berada di dalam. Dia berusaha duduk meskipun perutnya masih terasa sakit. Dan untuk menghilangkan rasa bosannya, ia mengambil remote televisi yang ada di atas nakas dan menekan tombol power di remote tersebut. Baru saja televisi itu

