Gavin sampai di rumah utama dengan langkah mantap, setelah ini ia akan menyiapkan surat gugatan cerai kepada Vanka. Langkahnya terhenti sejenak tatkala menemukan Vanka yang sedang duduk di ruang tengah bersantai ria. Gavin baru saja akan membuka mulut untuk bicara serius, tapi Vanka mendahuluinya dengan wajah yang tampak pucat namun tersenyum penuh kemenangan. "Gav, kamu dari mana saja? Aku ingin memberikan kejutan ini sejak pagi, tapi ponselmu mati." Vanka menggeser sebuah amplop putih ke arah Gavin. Di dalamnya ada hasil USG yang menunjukkan usia kehamilan 6 minggu. “Apa ini, Vanka?" Otak Gavin mendadak blank, gagal mencerna apa yang ada di hadapannya saat ini meski sudah terlihat jelas. “Aku hamil, Gavin." Dunia Gavin seolah runtuh. Ia mematung di tengah ruangan yang dingin. Amp

